Putuskan Saja Pacarmu!!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du.

Bagi kebanyakan anak muda generasi milenial, kalau tidak berpacaran rasanya seperti memiliki sebuah aib yang memalukan di mata orang lain. Mereka yang tidak berpacaran sering kali menjadi bahan ejekan dari teman-temannya. Sampai dikatakan, tidak laku-lah, tidak normal-lah, kuno-lah, ketinggalan zaman-lah, kurang pergaulan (kuper)-lah dan berbagai ejekan-ejekan lainnya, yang terkadang bisa membuat kuping panas dan hati menjadi tidak tenang mendengarnya.

Perasaan suka kepada lawan jenis merupakan hal yang wajar dan sangat normal terjadi pada setiap orang, sebab itu bagian dari fitrah manusia. Namun jika perasaan tersebut disalurkan kepada seseorang yang tidak halal, maka ini lain hal. Karena dalam ketentuan agama Islam, tidak semua orang dibolehkan menyalurkan perasaannya kepada lawan jenis, atau berpacaran. Bahkan dalam agama Islam, berpacaran dihukumi haram.

Kenapa Islam Mengharamkan Pacaran?

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’ [17] : 32)

laah kan ayatnya melarang ‘janganlah mendekati zina’, kenapa pacaran yang dilarang? kan tidak semua pacaran sampai melakukan zina.

Para ulama menjelaskan ayat ini, sebagaimana yang tertulis dalam Tafsir Jalalain, dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Imam Asy-Syaukani, seorang ulama besar yang hidup pada abad ke 12 Hijriyah, dalam kitabnya Fathul Qodir ia mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Jika melihat perkataan Imam Asy Syaukani ini, maka kita bisa membuat sebuah kesimpulan bahwa setiap jalan atau perantara menuju zina adalah suatu yang terlarang. Jadi memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis ketika berpacaran  hal itu sama seperti perantara kepada zina.

Islam Mengajarkan Untuk Menjaga Pandangan Kepada Lawan Jenis

Lebih lanjut lagi, Allah ta’ala juga memerintahkan para laki-laki untuk menjaga pandangannya :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

Hal ini juga sama Allah perintahkan kepada kaum hawa :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya…” (QS. An-Nur: 31)

Imam Ibnu Katsir, seorang ulama besar ahli tafsir yang kitab tafsirnya menjadi rujukan hampir seluruh umat Islam, ketika menafsirkan ayat di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada wanita yang sudah menjadi istri dan mahramnya saja). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Apakah mungkin orang yang berpacaran tidak memandang pasangannya?? Rasanya sangat mustahil itu bisa dilakukan oleh mereka yang berpacaran.

Lalu, Apa Solusinya?

Nah, bagi Sobat Muda yang memiliki dorongan perasaan sangat kuat terhadap lawan jenis, jangan terpengaruh dengan perkataan orang lain sehingga kamu memilih untuk mengikuti jalan mereka yang berpacaran. Jika kamu khawatir akan terjatuh pada sesuatu yang haram, maka segeralah menikah. Inilah solusi yang ditawarkan oleh agama Islam. Sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Kami tidak mengetahui adanya solusi bagi orang yang saling mencintai selain nikah.” (Shahih. HR. Ibnu Majah 1847)

Bagaimana jika belum memiliki kemampuan, apalagi masih sekolah?? Kamu tidak usah khawatir, sesungguhnya agama Islam itu mudah, maka solusi lainnya yang ditawarkan adalah dengan memperbanyak berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاء

anak-anak muda, jika kalian telah mampu, segeralah menikah ! karena pernikahan membuat mata lebih bisa tertunduk, dan kemaluan lebih terjaga. Jika belum mampu, berpuasa-lah, karena puasa akan menjadi pelindungnya.(Shahih. HR. Bukhari & Muslim)

Bagaimana Sobat Muda, mau nikah atau banyakin puasa??

 

Penulis : Beni Wahyudi

Artikel : muslimmuda.com


Referensi :

  • Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran, rumaysho.com
  • Ustadz Ammi Nur Baits, Cara Pacaran Islami, konsultasisyariah.com
  • Ustadz Ratno, Hukum Pacaran Dalam Islam, bimbinganislam.coM

Gambar Artikel : Kelly Sikkema on Unsplash

Leave a Comment